Layanan Face Recognition Di Stasiun Gambir

Ketika liburan akhir tahun yang lalu, saya sekeluarga memutuskan pergi ke Bandung menggunakan kereta. Awalnya, kami berencana untuk naik KA Serayu. Dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Senen pukul 09.25 WIB dan tiba di Stasiun Kiaracondong pukul 13.25 WIB. Namun, karena salah perhitungan, kami telat sampai Stasiun Senen. Akibatnya, ketika sampai stasiun kereta yang akan kami tumpangi sudah berangkat duluan. Huhu. Tapi berkat itu, kami jadi bisa mencoba layanan Face Recognition di Stasiun Gambir.

Scan KTP untuk registrasi layanan

Dari Stasiun Senen Ke Stasiun Gambir

Yaudah, sambil mikirin gimana strategi selanjutnya. Supaya nggak kemalaman sampai Bandung, kami putuskan untuk makan dulu. Biar lancar mikirnya, hwehe.

*Sebelumnya, kami berangkat naik Commuter Line dari Stasiun Citayam dan turun di Stasiun Cikini. Untuk selanjutnya, naik taksol menuju Stasiun Senen.

Akhirnya, kami putuskan untuk pesan tiket kereta lagi dengan keberangkatan Stasiun Gambir pukul 13.10 WIB dan tiba di Stasiun Bandung pukul 16.12 WIB. Selesai pesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, kami langsung bergegas pesan taksol lagi menuju Stasiun Gambir.

Setelah 15 menit perjalanan, kami sampai di Stasiun Gambir dan masuk melalui Pintu Selatan.

Boarding Pass Dengan Layanan Face Recognition

Bagi kami, ini pertama kalinya naik kereta dari stasiun ini setelah lama vakum jalan-jalan naik kereta jarak jauh karena sebelumnya di rumah aja nih ngurus duo anak bayi. hihi

Keren ya, setelah sekian lama nggak berkunjung fasilitas di stasiun Gambir sekarang semakin modern apalagi semenjak ada layanan face recognition untuk boarding pass.

Mengutip dari web resmi KAI, per tanggal 1 September 2023 Pintu Selatan Stasiun difungsikan khusus untuk melayani boarding pass menggunakan face recognition (cara masuk ke peron stasiun dengan menggunakan scan wajah), sedangkan cara manual (menscan print e-tiket) bisa melalui pintu utara.

Cara Pendaftaran Layanan Face Recognition

Awalnya, saya juga nggak tau info ini. Maklum, seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Udah lama banget nggak naik kereta jarak jauh dan kami juga nggak update info perjalanan.

Tapi kami terbantu banget dengan adanya petugas yang langsung menghampiri. Mungkin, karena saat itu stasiun juga belum ramai sih apalagi karena masih di hari kerja.

Foto anak untuk registrasi layanan

Petugas yang menghampiri kami bertanya, apa sebelumnya kami udah registrasi layanan face recognition ini atau belum. Berhubung belum, petugas itu langsung minta kami menunjukkan KTP dan menyebutkan NIK anak-anak. Ini anakku baru umur 3 dan 4 tahun ya.

Untuk penumpang dewasa, KTP-nya langsung discan dan scan sidik jari telunjuk juga. Lalu, untuk anak kami, mereka langsung foto di tempat oleh petugas. Taraa.. Registrasi selesai. Data kami langsung tersimpan deh.

Kalo kondisi saat itu ramai, penumpang bisa mengunjungi tempat registrasi. Posisinya ada di sebrang pintu masuk hall selatan.

Jadi ketika baru datang, kita bisa langsung melihatnya. Selain karena posisinya yang mudah terlihat, juga terdapat papan keterangan di atasnya.

First Time Boarding Dengan Layanan Face Recognition

Setelah bosan menunggu, akhirnya diumumin juga kalo kereta yang akan kami tumpangi tiba di peron. Kami langsung bergegas menuju gate boarding.

Dari jarak sekitar 1 meter, wajah kami otomatis terscan. Tapi, untuk anak-anak sedikit butuh waktu ya karena posisi alat scan yang agak tinggi sejajar wajah orang dewasa. Jadi anak-anak harus agak diangkat sedikit biar kedetect wajahnya.

Proses face recognition

FYI, layanan ini udah ada di seluruh stasiun utama di Pulau Jawa. Seperti Stasiun Bandung, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Malang.

Kalo kamu udah pernah pake layanan ini sebelumnya, untuk seterusnya juga berlaku ya. Jadi nggak perlu lagi boarding dengan cetak tiket. Ini kalo kamu naik dari stasiun utama.

Kesimpulan

Menarik banget bisa mencoba layanan ini. Selain mempercepat proses boarding juga paperless. Yang mana kalo manual itu setelah pesan tiket lewat aplikasi, kita harus ke mesin cetak tiket dulu.

Lalu, scan barcode, baru deh kita bisa masuk ke peron. Kalo ini kan nggak perlu, ya.

di KA Argo Parahyangan

Catatan

Buat yang suka khawatir beranjak dari kursi tunggu penumpang di lobby (bukan kursi tunggu di peron), tapi pengin ngemil bisa pilih duduk di depan Lawson.

Posisinya dari pintu masuk Hall Selatan ada di sebelah kanan dan tersedia juga kursi di situ. Jadi no worries deh ketinggalan info kedatangan kereta, hehe

Oya, kalo ada pertanyaan kamu juga bisa mention di twitter, lho. Adminnya gercep banget buat respon chat kita XD

Happy traveling, selamat mencoba!

One thought on “Layanan Face Recognition Di Stasiun Gambir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *